Blog

Perbedaan Batik Dahulu dan Sekarang

May 11, 2020
/
General

Siapa yang tidak mengenal kain khas Indonesia yang satu ini? Tentunya seluruh masyarakat Indonesia pun tahu. Tidak seperti zaman dahulu saat batik hanya dipakai di kalangan bangsawan, kini batik sudah mulai menjadi trend di zaman sekarang sampai mencakup ke kalangan anak muda. Walaupun pemakaian batik di Indonesia hanya digunakan di acara – acara tertentu saja seperti pada pesta pernikahan, tetapi tetap harus kita acungi jempol karna batik juga sudah mulai di kenal di kalangan internasional.

Perkembangan pada zaman era globalisasi ini, nyatanya juga ikut mengambil peran penting dalam metode pembuatan batik yang kini semakin canggih mengikuti kemajuan teknologi. Dahulu, metode pembuatan batik dilakukan secara khusus yang dibentuk langsung oleh tangan seorang perancang dengan menggunakan pensil dan canting, metode ini dikenal sebagai batik tulis. Yang membuat batik pun dahulu adalah para perempuan – perempuan Jawa di masa lampau yang menjadikan batik sebagai salah satu keterampilan mereka, sehingga membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi para perempuaan pada zaman itu.

Sekarang, karna perkembangan teknologi yang semakin baik, ada juga jenis batik yang pembuatan motifnya menggunakan alat cetak husus yang terbuat dari logam dengan motif -  motif tertentu, metode ini dinamakan sebagai batik cap atau stempel. Maka dari itu, setelah ditemukannya metode ini, para laki – laki juga dapat menghasilkan batik, jadi jangan heran jika melihat para bapak – bapak di ruang produksi. Metode cap atau stempel digunakan untuk mempersingkat proses produksi dikarenakan permintaan pasar yang semakin melonjak naik.

Kemudian berkat berkembangnya teknologi juga, perkembangan batik pun menjadi sangat beragam, yaitu batik halus & kasar, batik sablon atau screening, batik printing, ataupun kombinasi dari metode -  metode tersebut. Bahan dasarnya pun sudah mudah di temukan tidak seperti zaman dahulu lagi dan semakin banyak macamnya, seperti kain katun (mori), sutera, rayon, polyester yang berupa tekstil, organdy, organdy chiffon, organdy sutra, chiffon, chiffon sutra, denim, suede, serta ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang hanya memasukan motif tertentu kedalamnya sudah bisa menghasilkan batik 

Jika kita membandingkan batik pada masa kini dengan batik pada masa lampu, tampak banyak sekali perbedaannya. Saat ini batik lebih beragam motifnya dan semakin lama semakin berkembang, keberagaman batik tentunya meliputi pola, hiasaan, pewarnaan, jenis bahan, metode, dan corak atau desainnya. Motif batik pun sudah tidak terpaku pada motif dan tata susunan seperti pada batik klasik, pengolahan motif yang sangat ekspresif seperti motif dalam bentuk cerita, flora, fauna, sampai pada motif abstark (awan, relief candi, dan wayang) mulai bermunculan. Hanya saja, semua motif batik yang kini bermunculan tetap bertumpu pada pakem tradisional. Belakangan ini ada juga beberapa masyarakat yang mencoba meperkenalkan cara membuat batik dengan cara menyemprotkan langsung tinta ke kain menggunakan alat yang disebut air brush. Biasanya, motif yang dihasilkan adalah motif – motif yang mengandung unsur  pop dan kontemporer.

Lalu jika kita lihat dari sisi fungsinya, batik pada zaman dahulu merupakan busana untuk keluarga kerjaan dan tidak ada yang boleh mengenakan kain batik selain mereka. Hal ini berlaku karna dahulu, bahan dasar batik belum memumpuni dan masih menggunakan bahan – bahan alami, kainnya pun harus berkualitas yang menjadikan harga batik pada zaman dahulu terbilang mahal. Apalagi, dulu perekonomian di Indonesia masih tergolong redah, jadi rakyat biasa tidak akan bisa membeli kain batik untuk dipakai sehari – hari.

Sedangkan, para keluarga kerjaan menggunakan kain batik untuk dipakai sehari – hari dan dipakai dalam upacara kelahiran, perkawinan, sampai kematian. Mereka biasanya memakai kain batik dalam bentuk kain panjang, sarung, selendang, dodot, kemben, hingga ikat kepala. Dahulu para wanita diajarkan agar menjaga kehormatan dirinya, mereka tidak boleh memperlihatkan betisnya dihadapan lawan jenis, oleh karena itu mereka menutupi betisnya menggunakan kain batik panjang yang dililitkan 2x agar rapat sempurna.

Namun, seiring perkembangan zaman, pilihan busana sopan semakin bervariatif dan inovatif, salah satunya yaitu penggunaan rok panjang dan celana. Karena perkembangan itu, fungsi dari kain batik pun sudah lebih berkembang. Batik dapat dipakai di seluruh kalangan masyarakat untuk kepentingan acara formal seperti rapat dan pesta pernikahan maupun dipakai sehari – hari seperti seragam sekolah, ke kampus, hingga berjalan – jalan.

Selain dijadikan sebagai busana, penggunaan batik mulai berkembang kearah aksesoris seperti tas, sandal, tempat handphone (case), taplak meja, bedroom set, hingga office supply. Batik sendiri semakin popular di kalangan masyarakat dunia dan ternyata mampu menembus pasar mancanegara seperti Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika karena batik memiliki keunikan tersendiri di berbagai motifnya. Terangkatnya batik ke dunia internasional semakin terlihat saat sejumlah aktris memakai busana ataupun aksesoris yang berbahan batik, mulai dari Jessica Alba, Lenka, Drew Barrymore, bahkan sampai Nelson Mandela.

Sudah tidak mengherankan bukan menemukan batik di semua penjuru Indonesia? Sebagai warga Indonesia, sudah sepatutnya kita melestarikan dan memakai produk - produk hasil warga kita sendiri. Jadi, apakah kalian sudah mempunyai produk – produk yang memiliki corak batik? Hari gini belum punya produk khas Indonesia? Cek halaman produk kita aja yuk! Banyak produk – produk menarik bercorak batik loh. Dijamin gak bakal nyesel beli disini, karena semua produk kita berkualitas, tidak pasaran, dan dibuat dari tangan – tangan Indonesia sendiri. Tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan! Happy shopping all!

from has purchased
about ago