Blog

Bagaimana Batik Pertama Kali Dibuat?

April 27, 2020
/
General

Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu kata Amba dan Tik, yang berarti menulis titik. Ada juga definisi lain yang mengatakan bahwa kata batik berasal dari kata Titik, dan ditambahkan kata Mba sehingga menjadi Mbatik. Maka dari itu, batik diartikan sebagai seni membuat titik atau menitik dalam sebuah metode pembuatan kain. Lalu, tahukah kalian bagaimana kain batik pertama kali di ciptakan? Kita intip dulu kapan kesenian batik diciptakan yuk!

Kesenian batik mulai meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Teknik membatik itu sendiri telah diketahui lebih dari 1.000 tahun yang lalu dan kemungkinan berasal dari Mesir kuno dan Sumeria. Kemudian teknik tersebut pun meluas di beberapa negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali, serta di Asia, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan tentunya Indonesia.

Hingga awal abad ke-12, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis yaitu batik yang dilukis menggunakan canting dan cairan lilin malam sehingga membentuk lukisan-lukisan bernilai seni tinggi diatas kain mori. Sedangkan untuk batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton saja dan batik dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para pembesar. Tetapi, banyak dari para pembesar tinggal di luar keratin, dan kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keratin serta dihasilkan pula di tempatnya masing-masing. Sejak saat itulah kesenian batik ditiru oleh rakyat jelata yang selanjutnya meluas ke berbagai daerah di Indonesia, hingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Nah, kita mulai ke cara pembuatan batik tulis pada zaman dahulu yang pada dasarnya tidak berbeda dengan yang sekarang. Unsur pembedanya hanya pada kemudahan mendapatkan bahan untuk membuat batik. Zaman dulu, orang biasa akan kesulitan mendapatkan bahan dasar untuk membatik yaitu sehelai kain, jadi mau tidak mau proses pembuatan batik jaman dulu dimulai dari pembuatan kain. Adapun proses pembuatan batik yang dari dulu sampai sekarang di pakai adalah sebagi berikut:

1. Medel

Yakni pemberian warna biru tua pada kain yang dicap klowongan dan tembok dengan cara dicelup. Dahulu proses ini menggunakan nila dari daun indigofera (daun-tom) karena memiliki daya pewarna lambat, maka harus dilakukan secara berulang-ulang dan penuh kesabaran serta ketelitian agar pewarnaannya bisa merata.

2. Celupan warna dasar

Batik-batik tulis daerah Pekalongan, Cirebon, Banyumas dan lainnya yang warnanya tidak diwedel namun diganti warna lain seperti violet, merah, hijau orange dan lainnya. Hal ini dilakukan agar pewarnaan berikutnya tidak berubah, karena bahan pewarna yang bisa dipakai biasanya memiliki ketahanan yang baik seperti pewarna indigosol, dan napthol/indanthreen.

3. Menggadung

Yakni menyiram kain batik dengan larutan zat warna. Tekniknya dengan menggelar kain kemudian disiram dengan larutan pewarna. Cara ini menghemat zat warna namun menjadi agak kurang merata, karena pemerataannya dilakukan dengan menyapunya. Pewarnaan ini sering dilakukan oleh pembatik di Pekalongan untuk warna pada kain sarung atau buket.

4. Coletan (Dulitan)

Yakni pemberian warna dengan kuas atau dilukis dimana bagian yang diwarnai dibatasi oleh garis perintang malam (lilin). Pewarna yang biasa digunakan seperti rapid dan indigosol

5. Menyoga

Yakni pemberian warna coklat pada kain batik tulis. Bagi daerah Jogja Solo, ini merupakan pewarnaan terakhir. Zaman dahulu pewarnaan menggunakan kulit pohon soga. Sekarang banyak digunakan pewarnan seperti soga, ergan, chroom, kopel naphtol, indigosol atau kombinasi dari bahan bahan pewarna alami lainnya.

Ternyata tidak mudah ya untuk membatik. Bayangkan saja kita harus melalui step by step seperti diatas yang tentunya memakan waktu tidak hanya sehari, belum lagi faktor bahan dasar yaitu sehelai kain yang sulit ditemukan pada saat itu. Tetapi seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia mulai menemukan metode – metode membatik lainnya yang memudahkan kita mendapatkan batik di zaman sekarang. Jadi, apakah kalian sudah mempunyai produk – produk yang memiliki corak batik? Hari gini belum punya produk khas Indonesia? Cek halaman produk kita aja yuk! Banyak produk – produk menarik bercorak batik loh. Dijamin gak bakal nyesel beli disini, karena semua produk kita berkualitas, tidak pasaran, dan dibuat dari tangan – tangan Indonesia sendiri. Tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan! Happy shopping all!

from has purchased
about ago