Blog

Asal Muasal Batik

March 9, 2020
/
General

Seperti yang kita ketahui negara Indonesia mempunyai berbagai suku, budaya, serta adat istiadat didalamnya. Berbagai perbedaan kita itulah tertuang dalam sebuah kain Batik. Batik – batik Indonesia tidak hanya sekedar batik, motif yang tertuang pada berbagai kain batik mengandung makna simbolik tersendiri yang melambangkan ciri khas dari setiap daerah yang ada di Indonesia, maka dari itu motif dan warna batik beraneka ragam jenisnya.

Kalian sudah pernah melihat kain batik? Pastinya pernahkan? Tapi kalian tahu tidak sejarah dari kain batik tersebut? Ternyata kain batik melalui proses yang panjang loh sebelum akhirnya menjadi kain khas Nusantara. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui sejarah kain kebanggan negara kita ini. Mau tahu lebih lanjut? Mari kita bahas pengertian batik terlebih dahulu.

Istilah “Batik” berasal dari kosa kata bahasa Jawa, yaitu Amba dan Titik. Amba mempunya arti kain, dan Titik adalah membuat titik atau menitikkan motif pada kain dengan menggunakan malam cair. Dengan kata lain, batik itu adalah sebuah metode pembuatan kain. Tapi mengapa titik? Karena alat yang digunakan untuk membuat motif batik adalah canting, sedangkan bentuk garis dan motif yang dihasilkan oleh canting selalu terdiri dari sebuah titik.

Jika berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), batik merujuk kepada sebuah kata benda, yang dimaksud disini adalah kain batik yang sudah selasai di buat. "Batik bukanlah kain yang berlukiskan motif kultural (E.g. motif Sidoluhur, motif Megamendung, dkk.) saja. Batik tidak ada hubungannya dengan bentuk motif. Ditarik dari arti kata batik pada KBBI dan pengertian asal kata batik (amba titik) maka batik adalah kain yang berlukiskan motif, yang dilukiskan dengan cara menahan warna dengan lilin malam. Sehingga apabila motif pada kain tersebut tidak berbentuk kultural sekalipun, namun lebih ke arah modern (E.g. kotak-kotak, garis-garis, otomotif, polkadot dkk.), maka kain tersebut tetap disebut sebagai batik." Sumber : https://www.pemoeda.co.id/blog/batik

Sudahkah kalian tahu makna dari kata “batik” itu sendiri? Kalau sudah mari lanjut ke asal usul dari kain Nusantara ini.

Nah, sebenarnya tidak ada sejarah yang pasti mengenai batik. Namun, usut punya usut keindahan batik ini sudah dilakukan sejak 2000 tahun silam di daerah Timur Tengah, Asiang Tengah, dan India. Pada saat itu, teknik membatik di peradaban Mesir Kuno digunakan untuk membungkus mumi dengn kain linen. Kain linen di dilapis cairan lilin dan untuk membuat motifnya digunakan benda tajam seperti jarum atau pisau. Lalu, kain linen tersebut dicelupkan ke cairan pewarna seperti darah atau abu pada zamannya. Setelah warna tersebut meresap, kain linen direbus untuk melenturkan lilinnya hingga bagian bagian yang tidak terlapisi oleh lilin akan berwarna sesuai dengan warna yang ditorehkan, sedangkan pada bagian yang terlapisi lilin tidak akan berwarna atau berwarna dasar kain.

Pada zaman dahulu, teknik membatik diterapkan pada mumi

 

Tetapi pada zaman Dinasti Tang di negara Cina (tahun 618-690), teknik membatik seperti itu juga sudah muncul. Bahkan sebelum Dinasti Tang, teknik ini juga sudah dipraktekan pada zaman Dinasti Sui (tahun 581-618). Ini dikarenakan negara Cina adalah bangsa pedagang yang berkeliling dunia, dan setelah itu teknik membatik ini kemudian menyebar ke beberapa benua seperti Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa.

Di setiap negara, medium yang digunakan untuk menahan pewarna berbeda – beda. Tidak semuanya menggunakan lilin, ada yang menggunakan bubur kanji, da nada yang menggunakan bubur nasi yang di keringkan. Bahan – bahan itu diperoleh dari bahan alami. Kabarnya asal teknik membatik ini datang dari bangsa Sumeria yang sekarang menjadi Irak Selatan. Lalu bagaimana caranya teknik ini sampai ke negara kita?

Teknik ini dibawa ke Pulau Jawa oleh para pedagang yang berasal dari India pada abad ke-6 dan mulai dikembangkan oleh masyarakat Jawa. Berdasarkan penuturan Rens Heringa, pada bukunya “Fabric of Enchantment : Batik from The North Coast of Java (1996), batik pertama kali ada di Indonesai sekitar tahun 700-an. Diperkenalkan oleh orang India, pada saat Raja Lembu Amiluhur (Jayanegara), yang merupakan raja kerajaan Janggala menikahkan putranya dengan seorang putri India. Tetapi dalam bagian lain buku tersebut, disebutkan bahwa batik dalam bentuk yang lebih primitif justru dimiliki oleh masyarakat Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan) bahkan sebelum ada di tanah Jawa.

Kemudian, ditemukannya teknik membatik dengan cara menorehkan lilin ke permukaan kain mori dengan alat bantu canting bermula pada abad ke-12. Saat itulah istilah membatik (ambatik) lahir. Teknik menggunakan canting tersebut hanya ada di Indonesia, terumata di Pulau Jawa. Teknik inilah yang membuat batik negara kita sangat mendetail dan mempunyai berbagai jenis motif dibandingkan dengan negara – negara lain.

Lalu, kalau kita lihat secara historis, batik berkaitan dengan Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa pada masa dahulu. Saat itu, perkembangan batik berlangsung di masa kerajaan Mataram (1600-1700) dan meluas ke seluruh Pulau Jawa. Dahulu, para seniman keraton menciptakan berbagai macam motif batik, karena batik hanya digunakan untuk keperluan upacara dan busana para bangsawan. Beberapa waktu berlalu, penerus Kerajaan Matraman yaitu Keraton Solo dan Yogyakarta, mulai mengembangkan motif – motif batik warisan para leluhurnya. Tetapi, karena keterbatasan teknologi, batik yang dihasilkan kebanyakan hanya batik tulis. Sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I selesai atau sekitar tahun 1920-an.

Dikarenakan trend batik berkembang dengan pesat, warisan budaya Indonesia ini sempai diklaim oleh negara tetangga kita, yaitu Negara Malaysia. Mereka menyatakan bahwa batik adalah budaya yang berasal dari negaranya. Pemerintah Indonesia pun tidak diam mengenai pernyataan tersebut, Indonesia berinisiatif untuk mendaftarkan batik ke UNESCO

Setelah melewati berbagai proses yang panjang, akhirnya Batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Itulah mengapa pada akhirnya pemerintah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Harapan seerta tujuan yang ingin dicapai oleh para pemerintah dan para pihak yang terkait dengan dikukuhkannya batik ini adalah memperkuat legitimasi Indonesia dalam pengembangan batik sebagai salah satu warisan budaya.

Seiring waktu berjalan, pada akhirnya batik menjadi seni yang popular di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai warga negara yang baik kita harus bangga terhadap sejarah dari budaya kita sendiri, khususnya pengakuan dari UNESCO. Jadi, apakah kalian sudah mempunyai produk – produk yang memiliki corak batik? Hari gini belum punya produk khas Indonesia? Cek halaman produk kita aja yuk! Banyak produk – produk menarik bercorak batik loh. Dijamin gak bakal nyesel beli disini, karena semua produk kita berkualitas, tidak pasaran, dan dibuat dari tangan – tangan Indonesia sendiri. Tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan! Happy shopping all!

from has purchased
about ago